Bangsa Berdikari

Oleh Benny Susetyo

Indonesia kembali menjadi sekadar objek bagi negara-negara besar yang berpartisipasi dalam pertemuan tingkat tinggi G-20 di London. Setidaknya itu dapat dilihat dari lemahnya para delegasi memperjuangkan kepentingan na-sional. Bukti bahwa negara berpenduduk lebih dari 220 juta jiwa ini tak lebih hanya sebagai penggembira dalam hiruk-pikuk diplomasi ekonomi-politik internasional. Bahkan, seorang pengamat ekonomi-politik, Yanuar Rizky, mengatakan Indonesia datang ke pertemuan G-20 tanpa konsep perjuangan yang jelas, dan hasilnya bisa ditebak, Indonesia hanya ikut-ikutan. Read more

Republik Tanpa Publik

Oleh Benny Susetyo PR

Berita yang menyatakan pemerintah sudah ”menyerah” dalam menghadapi kasus Lapindo sungguh menyesakkan dada. Optimisme untuk menghentikan semburan lumpur dengan berbagai cara, berbalik 180 derajat menjadi pesimisme. Ini menunjukkan bahwa sejak awal pemerintah memang tidak memiliki keberpihakan kepada rakyatnya. Pemerintah menyerah? Itu memiliki banyak arti dan yang sudah jelas adalah sebagai pertanda yang sangat buruk yang menunjukkan bahwa pemerintah sudah kehilangan optimisme menangani keadaan apa pun yang tidak menguntungkan dirinya. Bukanlah rakyat yang dipikirkan dan berjuang sekuat tenaga dalam alam pikir rakyat, bukan alam pikir negara. Read more

Benny Susetyo: Bashed, bloodied but unbeaten

Duncan Graham,  Contributor ,  Wellington, New Zealand   |  Sat, 12/13/2008 11:53 AM  |  People

PREACHING the universal religious virtues of peace, love, understanding and forgiveness is easy enough before backslapping think-alikes in a safe house. In the warmth of the applause the speaker can bask in the sunshine of self-righteousness. The challenge comes when the audience is hostile — even brutal — and the environment is the street. Read more

Pesan Kerukunan dan Kebebasan Beragama

Oleh Benny Susetyo PR

DIALOG agama tidak akan berhasil bila masih ada kecurigaan dalam bentuk saling memusuhi. Sebagai dua komunitas besar beragama, umat Kristen dan muslim perlu “mengoreksi citra buruk tentang pihak lain.” Hal tersebut dinyatakan Paus Benediktus XVI pada hari terakhir pertemuan Forum Katolik-Muslim di Roma. Paus meminta kedua pihak bersama-sama meningkatkan penghormatan terhadap martabat pribadi manusia dan hak-hak asasi manusia yang fundamental guna mengatasi kesalahpahaman, perselisihan, dan prasangka. Paus Benediktus menyatakan seminar itu sebagai sebuah langkah menuju saling pengertian yang lebih baik di antara umat Islam dan Kristen serta sebuah tanda yang jelas akan saling menghargai. Dengan saling hormat, keluarga akan disatukan dan dikasihi Allah. Read more

Suap dan Matinya Demokrasi (Media Indonesia, 24/07/2008)

KORUPSI, kolusi, dan nepotisme (KKN) hampir mendarah daging dalam berbagai perikehidupan bangsa ini. Tidak mengherankan bila hal yang sama juga terjadi di parlemen, tempat teladan dan pengharapan disemaikan. Suap terjadi sebagai ungkapan gejala venalitas yang semakin merebak. Secara sosiologis, istilah venalitas (venality) menunjuk pada suatu keadaan saat uang bisa digunakan untuk membayar hal-hal yang secara hakiki tidak bisa dibeli dengan uang (Kleden, 2004). Keadilan bisa dipertukarkan dengan uang. Begitu pula dengan pasal-pasal dalam kebijakan. Dalam uang, terdapat faktor ekonomi yang bernama keuntungan. Read more

Indonesia di Tangan Generasi Muda (Sinar Harapan, 28/07/2008)

Oleh Benny Susetyo

Dalam hal kepemimpinan kaum muda, kualitas tokoh politik hanya setingkat dengan stereotip yang dilekatkan kepada pegawai negeri: seadanya, kurang kreatif, ogah berinisiatif, dan gigih menjaga “tradisi” tak bertanggung jawab. Dibandingkan dengan tokoh-tokoh bisnis, tokoh media, tokoh keilmuan, dan tokoh lembaga swadaya masyarakat, mereka jauh ter-tinggal. Begitu disampaikan Kang Sobary di Kompas beberapa waktu yang lalu. Kegelisahan Kang Sobary itu bermakna kompleks. Memahami konteks dan fakta politik kekinian, setidaknya dimulai semenjak masa Reformasi 1998, kita akan mudah membenarkan kritik ini. Walaupun belum dibuktikan secara statistik, atau melalui riset ilmiah dengan data-data valid, kita semua bisa merasakan kondisi ini terjadi dalam berbagai level kehidupan kita. Kaum muda yang berperan demikian besar dalam melakukan perombakan struktur kekuasaan negeri ini, nyatanya tidak sedikit dari mereka yang mengisi reformasi dengan semangat oportunistik, dan malah tak sadar mengembangkan sikap kepolitikan yang dahulu dibenci. Read more

Golput dan ‘Politik Atas Nama’

BERBAGAI proses demokrasi yang digelar akhir-akhir ini menyisakan fenomena golput yang cukup ‘memprihatinkan’. Disebut memprihatinkan karena keyakinan bahwa apatisme tersebut terjadi sebagai bentuk keengganan publik yang seolah merasa tidak memercayai dan membutuhkan figur kepemimpinan yang ada, misalnya dalam perhelatan pilkada akhir-akhir ini. Read more

Natal Membangun Kedamaian dalam Rumah NKRI

NATAL menatap cahaya kemuliaan Tuhan dalam kesederhanaan kandang yang mungil. Kandang memancarkan kesederhanaan Allah hadir yang menyapa anak manusia yang terasing dalam kegersangan jiwa anak negeri. Read more

Next Page →